Sebelumnya gua ngga
kepikiran kalau ada angan-angan pengen ke gunung Semeru. Ya, gunung tertinggi
di pulau jawa yang sedang ramai di daki oleh para pendaki berkat film 5Cm yang
tenar pada 2012. Kegiatan pendakian di Indonesia langsung melonjak naik pesat
akibat efek film 5cm. Film yang bercerita tentang cinta dan persahabatan yang
menaklukan puncak tertinggi pulau jawa itu.
Awalnya
kang Aip ngajak anak-anak Hikers Informatics untuk ngecamp di Puncak Bayangan
Manglayang. Di rombongan pendakian ke Puncak bayangan Manglayang ini yaitu gua
sendiri, kang aip, kang haris, kang agil, kang hermawan, supa, nurul kcl,
syafti, acep dan puja. Obrolan malam pun terjadi. Gunung Semeru merupakan
rencana pendakian Hikers Informatics yang sudah lama gagal terus karena ada
sesuatu hal. Akhirnya kang aip mengobrolkan kembali untuk melakukan pendakian
ke puncak tertinggi di pulau jawa tersebut. Rencana pemberangkatan pun langsung
di obrolkan pada saat itu juga. Sekitar 2 bulan rencana itu akan dilaksanakan.
Gua pribadi dan yang lainnya pun mencoba untuk nabung. Karena pemberangkatan ke
Gunung Semeru itu kurang lebih menghabiskan 800.000. Hari demi hari terlewati,
kadang Kang Aip juga mengumpulkan anak-anak Hikers untuk mengobrolkan soal
Semeru secara lebih lanjut. Tercatat lebih dari 10 orang dari Informatika yang
siap untuk pemberangkatan ke Semeru. Tetapi pada saat H-1 kita melakukan
briefing. Briefing dipimpin sama Kang aip, karena karena Kang Aip yang sudah
pernah melakukan pendakian ke Semeru sebanyak 2kali. Briefing sudah selesai,
mulai dari persiapan manajemen perjalan, logistic, dan yang lainnya. Setalah
itu kang Aip dan yang lainya tidak bias ikut karena ada keperluan yang tidak
bisa ditinggalkan. Tetapi kang Aip akan mengantarkan gua dan rombongan ke
Stasiun yang ada di Subang. Rombongan ke semeru ini akhirnya hanya berjumlah 8
orang ( 7 dari Informatika angkatan 17 dan 1 dari BSI Angkatan 15).
| (Risnandy. Riyadi, Luthfi, Kang Aip, Rifqi, Acep, Hazli, Puja) |
![]() |
| Persiapan Logistik |
10 Juli 2018
Kami berkumpul di
depan saintek untuk siap-siap berangkat ke Rumah kang Aip yang terletak di
Subang, karena kami memilih stasiun Subang untuk sampai ke malang. Lebih murah
tiket nya Subang – Malang dari pada Bandung – Malang . Sekitar jam 10an kami
sudah stay di depan saintek dan mempersiapkan semua barang dengan hati-hati.
Setelah sholat dzuhur kami berangkat menggunakan sepeda motor ke rumah kang
Aip. Ditengah perjalanan ada rekan kami yang tergelincir dan jatuh pada saat
naik motor. Risnandy nama nya. Orang nya emang bar-bar kalau udah naik motor.
Untung si Risnandy ini mempunyai jiwa fighter yang tinggi. Sehingga dia masih
sanggup untuk melanjutkan perjalan ke Subang.
![]() |
| wkwk, untuk ngga parah banget pas jatuh *risnandy |
Bandung – Subang.
Nyampe juga akhirnya ke rumah pak ketum (Kang Aip) dirumah ini kita disuguhkan
makan terlebih dahulu. Oh iya Jadwal kereta Subang – Malang itu jam 17:10. Pas
masih jam 3an kami masih santai-santai, bercandaan, makan. Ada satu rekan kami
yang dari BSI, kang kiki nama nya. Kang kiki ini sudah naik kereta Jakarta –
Malang. Kebetulan satu kereta dan satu gerbong, hanya saja kang kiki sudah di
dalam kereta mulai dari jam 15:00. Jam udah menunjukan pukul 16:00 kurang
lebih. Kami siap-siap berangkat ke stasius naik mobil nya kang aip. Di
perjalanan kami ngerasa terkejar oleh waktu pemberangkatan kereta, karena
kondisi jalan yang sedang macet ditambah dengan jarak tempuh yang lumayan jauh.
Hal-hal konyol mulai terjadi didalam mobil. Seperti membayangkan kalau kita
akan ketinggalan kereta. Dan benar saja, apa yang kita takutkan itu terjadi.
Kita ketinggalan kereta, hanya telat 4 menit memang, tapi Kereta terlalu
disiplin. Muka-muka penuh kecewa pun mulai bermunculan. Semua bingung, apakah
harus membatalkan perjalanan ke semeru ini, sedangkan semua sudah siap.
Akhirnya setelah berunding dan memikirkan jalan keluar nya kami sepakat untuk
Naik Bus ke Malang. Membutuhkan uang lebih dan waktu yang cukup lama di bandingkan
dengan naik kereta. Tidak berpikir Panjang, kang aip langsung mengantarkan kami
ke Rest area yang berada di jalan Tol. Disana kami mencari bus yang bertujuan
ke Malang. Tetapi karena sudah pukul 19:00an bus Malang sudah tidak ada yang
beroperasi atau sudah lewat dari sore tadi. Makin bingung kami dibuatnya. Ada
satu mobil yang bisa mengantarkan kami ke Malang, tetapi itu harus transit
dulu. Ya, kami memilih bus yang bertujuan ke Solo. Kami mengumpulkan uang dan
menaiki bus Solo. Sampai di solo sekitar pukul 4. Istirahat sejenak di Terminal
Solo sambal menunggu waktu Subuh. Setelah sholat subuh kami langsung lanjut
naik bus ke Surabaya. Negosiasi dengan agen bus akhirnya kami dapat harga yang
lumayan miring. Belum sampai Surabaya kami berfikir untuk turun di Terminal
Jombang, karena Jombang – Malang lebih murah dari pada Surabaya – Malang.
Setelah turun dari bus kami menunggu bus Bagong (Sebutan bus kecil di daerah
sini). Setengah jam kami menunggu di pinggir jalan, akhirnya bus datang dan
Subhanallah. Lebih dari angkot, di dalam bus yang kecil ini penumpang nya
berdesak-desakan. Mau tidak mau kami harus naik dan menunggu waktu untuk tiba
di malang.
11 Juli 2018
Kalau naik kereta
harus nya kami sampai di Malang itu jam 7 pagi. Tetapi karena ketinggalan kereta
dan memilih untuk naik bus akhirnya kami sampai di malang pada pukul 12 lebih.
Di Malang sudah ada kang kiki yang sampai terlebih dahulu dari kami. Janjian
ketemu di depan polsek dan setelah rombongan kami ( ber 7 ) ketemu dengan kang
kiki, kami langsung makan di warung makan terdekat sambal menyiapkan logistic
yang kurang.
Simaksi
Pendakian Semeru yang udah dibooking itu mulai dari tanggal 11-14 Juli.
Sedangkan pada tanggal 11 kami masih di perjalanan dan berencana untuk ngecamp
di basecamp semeru (Ranu Pani). Setelah makan siang kami langsung sewa angkot
untuk mengantarkan kami ke rumah pak Jeep. Jeep yang akan mengantarkan kami ke
Ranu pani. Sampai di Rumah pak Jeep sekitar jam 5 sore kami langsung diantar
naik jeep menuju Ranu Pani. Aklimatisasi, itu yang harus kami lakukan di
Ranupani karena suhu udara yang dibawah 10 derajat ini sangat-sangat dingin
dari Bandung. Kami bermalam di Aula Basecamp Ranupani. Banyak pendaki-pendaki
lain juga yang bermalam terlebih dahulu di Ranupani.
| Resort Ranupani |
12 Juli 2018
Basecamp untuk mengurus Administrasi pendakian
dibuka pada pukul 8. Setelah kami mengantri lama ternyata persyaratan kami ada
yang kurang dan harus dilengkapi terlebih dahulu untuk bisa melakukan
pendakian. Setelah Administrasi selesai kami di bawa ke suatu ruangan untuk
Brifing yang dilakukan oleh Volunteer Semeru. Sekitar jam 10 kami baru memulai
pendakian Gunung Semeru.
Ranupani – Ranu
Kumbolo, kurang lebih menghabiskan waktu sekitar 5-6 Jam untuk sampai disana.
Pos demi pos kami lalui, banyak pendaki lain juga yang sedang naik ataupun
turun. Sekitar jam 4an kami sampai di Ranukumbolo dan langsung mendirikan tenda
untuk siap-siap masak dan makan.
| Langkah awal menuju Ranu Kumbolo |
| Ranu Kumbolo |
13 Juli 2018
Kami menginap satu
malan di Ranu Kumbolo, yang parah nya adalah ternyata Ranu kumbolo jauh lebih
dingin dari Ranupani. Walaupun udah pake jaket 2 dan ditambah dengan Sleeping Bag, udara dingin nya tetep
aja tembus sampe ke tulang. Jam 8 kami langsung packing kembali dan akan melanjutkan
perjalan ke Pos-pos berikut nya.
Ranu Kumbolo – Oro Oro
Ombo (30 menit)
Oro Oro Ombo – Cemoro
Kandang (30 Menit)
Cemoro Kandang –
Jambangan (45 Menit)
Jambangan – Kalimati (40 Menit)
Itu merupakan pos-pos
yang kami lalui untuk sampai ke titik akhir batas mendirikan tenda, yaitu di
Pos Kalimati. Setelah Pos kalimati pihak TNBTS tidak bertanggung jawab apabila
ada pendaki yang kecelakan setelah melewati pos Kalimati. Karena setelah
kalimati merupakan Puncak Mahameru. Kami sepakat untuk bermalam di Kalimati.
Kami istirahat dari sore sampai malam untuk mempersiapkan Summit yang akan
dilakukan pada jam 00:00
| Kalimati |
| Diskusi Ringan mengenai Summit |
| Bule dari Belanda |
14 Juli 2018
Jam 00:00 Kami sudah
mempersiapkan diri untuk melakukan Summit Attack ke Puncak Mahameru. Sangat
beresiko memang untuk melakukan summit attack, karena pihak TNBTS tidak bertanggung
jawab apalagi ada kecelakaan yang terjadi pada kami. Tetapi dengan bismillah
dan yakin kami akan melakukan summit tersebut. Kalimati – Batas Vegetasi cukup
memakan waktu yang lama, sekitar jam 2an kami sampai ke batas Vegetasi gunung
semeru. Setelah batas Vegetasi, jalur yang kami lalui adalah batu-batu kecil
seperti pasir dan ada batu-baru yang besar juga. Sangat hati-hati dan fokus
untuk tetap bisa berjalan. Ditambah dengan suhu yang dingin dan Oksigen yang
mulai menipis. Pada saat summit diperjalan kami terpisah karena fisik yang
berbeda-beda. Gua dan kang kiki berada di paling depan dan sampai di Puncak
Mahameru pada jam 5:30 dilanjut dengan Acep pada jam 6 dan
Rifqi,Risnandy,Riyadi,Puja pada jam 6:30. Akhirnya kami sampai semua di Puncak
tertinggi Pulau Jawa. Senang, sedih, mungkin itu yang dirasakan oleh kami
semua. Terharu bisa sampai ke puncak tertinggi pulau Jawa mengingat perjuangan
kami dari berangkat yang hamper gagal untuk bisa ke puncak Mahameru. Bangga juga bisa menapaki puncak Tertinggi
Pulau Jawa. Kata-kata bersyukur yang terus terucap di dalam hati ketika berada
di ketinggian 3676 Mdpl. Suhu di puncak terlalu dingin, sehinga pada pukul 7:30
kami turun ke Kalimati.
Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari
dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya.
| Ranu Kumbolo |
| @risnandym | @yadiiiwe | @ieuabizupa | @sijunikecil | @akuhazli | @andryan33_ | @luthfiyeah |
| 3676Mdpl |
| Himatif |
| Erupsi Mahameru |




