Rabu, 17 Oktober 2018

Ketinggalan Kereta! - Pengalaman pertama ke puncak Mahameru

   Sebelumnya gua ngga kepikiran kalau ada angan-angan pengen ke gunung Semeru. Ya, gunung tertinggi di pulau jawa yang sedang ramai di daki oleh para pendaki berkat film 5Cm yang tenar pada 2012. Kegiatan pendakian di Indonesia langsung melonjak naik pesat akibat efek film 5cm. Film yang bercerita tentang cinta dan persahabatan yang menaklukan puncak tertinggi pulau jawa itu.


   Awalnya kang Aip ngajak anak-anak Hikers Informatics untuk ngecamp di Puncak Bayangan Manglayang. Di rombongan pendakian ke Puncak bayangan Manglayang ini yaitu gua sendiri, kang aip, kang haris, kang agil, kang hermawan, supa, nurul kcl, syafti, acep dan puja. Obrolan malam pun terjadi. Gunung Semeru merupakan rencana pendakian Hikers Informatics yang sudah lama gagal terus karena ada sesuatu hal. Akhirnya kang aip mengobrolkan kembali untuk melakukan pendakian ke puncak tertinggi di pulau jawa tersebut. Rencana pemberangkatan pun langsung di obrolkan pada saat itu juga. Sekitar 2 bulan rencana itu akan dilaksanakan. Gua pribadi dan yang lainnya pun mencoba untuk nabung. Karena pemberangkatan ke Gunung Semeru itu kurang lebih menghabiskan 800.000. Hari demi hari terlewati, kadang Kang Aip juga mengumpulkan anak-anak Hikers untuk mengobrolkan soal Semeru secara lebih lanjut. Tercatat lebih dari 10 orang dari Informatika yang siap untuk pemberangkatan ke Semeru. Tetapi pada saat H-1 kita melakukan briefing. Briefing dipimpin sama Kang aip, karena karena Kang Aip yang sudah pernah melakukan pendakian ke Semeru sebanyak 2kali. Briefing sudah selesai, mulai dari persiapan manajemen perjalan, logistic, dan yang lainnya. Setalah itu kang Aip dan yang lainya tidak bias ikut karena ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan. Tetapi kang Aip akan mengantarkan gua dan rombongan ke Stasiun yang ada di Subang. Rombongan ke semeru ini akhirnya hanya berjumlah 8 orang ( 7 dari Informatika angkatan 17 dan 1 dari BSI Angkatan 15).


(Risnandy. Riyadi, Luthfi, Kang Aip, Rifqi, Acep, Hazli, Puja)
Persiapan Logistik
10 Juli 2018
Kami berkumpul di depan saintek untuk siap-siap berangkat ke Rumah kang Aip yang terletak di Subang, karena kami memilih stasiun Subang untuk sampai ke malang. Lebih murah tiket nya Subang – Malang dari pada Bandung – Malang . Sekitar jam 10an kami sudah stay di depan saintek dan mempersiapkan semua barang dengan hati-hati. Setelah sholat dzuhur kami berangkat menggunakan sepeda motor ke rumah kang Aip. Ditengah perjalanan ada rekan kami yang tergelincir dan jatuh pada saat naik motor. Risnandy nama nya. Orang nya emang bar-bar kalau udah naik motor. Untung si Risnandy ini mempunyai jiwa fighter yang tinggi. Sehingga dia masih sanggup untuk melanjutkan perjalan ke Subang. 
wkwk, untuk ngga parah banget pas jatuh *risnandy
Bandung – Subang. Nyampe juga akhirnya ke rumah pak ketum (Kang Aip) dirumah ini kita disuguhkan makan terlebih dahulu. Oh iya Jadwal kereta Subang – Malang itu jam 17:10. Pas masih jam 3an kami masih santai-santai, bercandaan, makan. Ada satu rekan kami yang dari BSI, kang kiki nama nya. Kang kiki ini sudah naik kereta Jakarta – Malang. Kebetulan satu kereta dan satu gerbong, hanya saja kang kiki sudah di dalam kereta mulai dari jam 15:00. Jam udah menunjukan pukul 16:00 kurang lebih. Kami siap-siap berangkat ke stasius naik mobil nya kang aip. Di perjalanan kami ngerasa terkejar oleh waktu pemberangkatan kereta, karena kondisi jalan yang sedang macet ditambah dengan jarak tempuh yang lumayan jauh. Hal-hal konyol mulai terjadi didalam mobil. Seperti membayangkan kalau kita akan ketinggalan kereta. Dan benar saja, apa yang kita takutkan itu terjadi. Kita ketinggalan kereta, hanya telat 4 menit memang, tapi Kereta terlalu disiplin. Muka-muka penuh kecewa pun mulai bermunculan. Semua bingung, apakah harus membatalkan perjalanan ke semeru ini, sedangkan semua sudah siap. Akhirnya setelah berunding dan memikirkan jalan keluar nya kami sepakat untuk Naik Bus ke Malang. Membutuhkan uang lebih dan waktu yang cukup lama di bandingkan dengan naik kereta. Tidak berpikir Panjang, kang aip langsung mengantarkan kami ke Rest area yang berada di jalan Tol. Disana kami mencari bus yang bertujuan ke Malang. Tetapi karena sudah pukul 19:00an bus Malang sudah tidak ada yang beroperasi atau sudah lewat dari sore tadi. Makin bingung kami dibuatnya. Ada satu mobil yang bisa mengantarkan kami ke Malang, tetapi itu harus transit dulu. Ya, kami memilih bus yang bertujuan ke Solo. Kami mengumpulkan uang dan menaiki bus Solo. Sampai di solo sekitar pukul 4. Istirahat sejenak di Terminal Solo sambal menunggu waktu Subuh. Setelah sholat subuh kami langsung lanjut naik bus ke Surabaya. Negosiasi dengan agen bus akhirnya kami dapat harga yang lumayan miring. Belum sampai Surabaya kami berfikir untuk turun di Terminal Jombang, karena Jombang – Malang lebih murah dari pada Surabaya – Malang. Setelah turun dari bus kami menunggu bus Bagong (Sebutan bus kecil di daerah sini). Setengah jam kami menunggu di pinggir jalan, akhirnya bus datang dan Subhanallah. Lebih dari angkot, di dalam bus yang kecil ini penumpang nya berdesak-desakan. Mau tidak mau kami harus naik dan menunggu waktu untuk tiba di malang.

11 Juli 2018
Kalau naik kereta harus nya kami sampai di Malang itu jam 7 pagi. Tetapi karena ketinggalan kereta dan memilih untuk naik bus akhirnya kami sampai di malang pada pukul 12 lebih. Di Malang sudah ada kang kiki yang sampai terlebih dahulu dari kami. Janjian ketemu di depan polsek dan setelah rombongan kami ( ber 7 ) ketemu dengan kang kiki, kami langsung makan di warung makan terdekat sambal menyiapkan logistic yang kurang.

Simaksi Pendakian Semeru yang udah dibooking itu mulai dari tanggal 11-14 Juli. Sedangkan pada tanggal 11 kami masih di perjalanan dan berencana untuk ngecamp di basecamp semeru (Ranu Pani). Setelah makan siang kami langsung sewa angkot untuk mengantarkan kami ke rumah pak Jeep. Jeep yang akan mengantarkan kami ke Ranu pani. Sampai di Rumah pak Jeep sekitar jam 5 sore kami langsung diantar naik jeep menuju Ranu Pani. Aklimatisasi, itu yang harus kami lakukan di Ranupani karena suhu udara yang dibawah 10 derajat ini sangat-sangat dingin dari Bandung. Kami bermalam di Aula Basecamp Ranupani. Banyak pendaki-pendaki lain juga yang bermalam terlebih dahulu di Ranupani.

Resort Ranupani
12 Juli 2018
Basecamp untuk mengurus Administrasi pendakian dibuka pada pukul 8. Setelah kami mengantri lama ternyata persyaratan kami ada yang kurang dan harus dilengkapi terlebih dahulu untuk bisa melakukan pendakian. Setelah Administrasi selesai kami di bawa ke suatu ruangan untuk Brifing yang dilakukan oleh Volunteer Semeru. Sekitar jam 10 kami baru memulai pendakian Gunung Semeru.
Ranupani – Ranu Kumbolo, kurang lebih menghabiskan waktu sekitar 5-6 Jam untuk sampai disana. Pos demi pos kami lalui, banyak pendaki lain juga yang sedang naik ataupun turun. Sekitar jam 4an kami sampai di Ranukumbolo dan langsung mendirikan tenda untuk siap-siap masak dan makan.

Langkah awal menuju Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo


13 Juli 2018
Kami menginap satu malan di Ranu Kumbolo, yang parah nya adalah ternyata Ranu kumbolo jauh lebih dingin dari Ranupani. Walaupun udah pake jaket 2 dan ditambah  dengan Sleeping Bag, udara dingin nya tetep aja tembus sampe ke tulang. Jam 8 kami langsung packing kembali dan akan melanjutkan perjalan ke Pos-pos berikut nya.
Ranu Kumbolo – Oro Oro Ombo (30 menit)
Oro Oro Ombo – Cemoro Kandang (30 Menit)
Cemoro Kandang – Jambangan (45 Menit)
Jambangan – Kalimati     (40 Menit)
Itu merupakan pos-pos yang kami lalui untuk sampai ke titik akhir batas mendirikan tenda, yaitu di Pos Kalimati. Setelah Pos kalimati pihak TNBTS tidak bertanggung jawab apabila ada pendaki yang kecelakan setelah melewati pos Kalimati. Karena setelah kalimati merupakan Puncak Mahameru. Kami sepakat untuk bermalam di Kalimati. Kami istirahat dari sore sampai malam untuk mempersiapkan Summit yang akan dilakukan pada jam 00:00

Kalimati 
Diskusi Ringan mengenai Summit



Bule dari Belanda




14 Juli 2018
Jam 00:00 Kami sudah mempersiapkan diri untuk melakukan Summit Attack ke Puncak Mahameru. Sangat beresiko memang untuk melakukan summit attack, karena pihak TNBTS tidak bertanggung jawab apalagi ada kecelakaan yang terjadi pada kami. Tetapi dengan bismillah dan yakin kami akan melakukan summit tersebut. Kalimati – Batas Vegetasi cukup memakan waktu yang lama, sekitar jam 2an kami sampai ke batas Vegetasi gunung semeru. Setelah batas Vegetasi, jalur yang kami lalui adalah batu-batu kecil seperti pasir dan ada batu-baru yang besar juga. Sangat hati-hati dan fokus untuk tetap bisa berjalan. Ditambah dengan suhu yang dingin dan Oksigen yang mulai menipis. Pada saat summit diperjalan kami terpisah karena fisik yang berbeda-beda. Gua dan kang kiki berada di paling depan dan sampai di Puncak Mahameru pada jam 5:30 dilanjut dengan Acep pada jam 6 dan Rifqi,Risnandy,Riyadi,Puja pada jam 6:30. Akhirnya kami sampai semua di Puncak tertinggi Pulau Jawa. Senang, sedih, mungkin itu yang dirasakan oleh kami semua. Terharu bisa sampai ke puncak tertinggi pulau Jawa mengingat perjuangan kami dari berangkat yang hamper gagal untuk bisa ke puncak Mahameru.  Bangga juga bisa menapaki puncak Tertinggi Pulau Jawa. Kata-kata bersyukur yang terus terucap di dalam hati ketika berada di ketinggian 3676 Mdpl. Suhu di puncak terlalu dingin, sehinga pada pukul 7:30 kami turun ke Kalimati.


Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya.


Ranu Kumbolo

@risnandym | @yadiiiwe | @ieuabizupa | @sijunikecil | @akuhazli | @andryan33_ | @luthfiyeah


3676Mdpl

Himatif

Erupsi Mahameru









Share:

Senin, 27 Februari 2017

Pengalaman Uji Kompetensi Teknik Komputer Jaringan 2017



Jauh hari sebelum hari H Ukom tahun ini saya dan teman-teman setiap hari nya pasti sedang latihan Mikrotik untuk menghadapi Ukom. Untuk soal paket yang kami pilih tidak begitu sulit yaitu paket 3. Hanya dibutuhkan untuk mensetting Wireless Mikrotik untuk dijadikan sebagai wifi yang menggunakan fitur hotspot, juga bypass situs bsnp-indonesia. Dan jaringan LAN yang diharuskan untuk memblok situs youtube.com.
Saya dan teman-teman kelas selalu menanyakan kepada kepala jurusan TKJ untuk menanyakan siapa yang
Share:

Minggu, 05 Februari 2017

Mengintip Keindahan Pasir Timbul Pulau Mengkudu, Pulau yang Tersembunyi di Lampung Selatan.


Pulau Mengkudu Lampung Selatan -  Keindahan wisata alam di Lampung memang tidak ada habisnya. Mulai dari hijaunya pemandangan yang terhampar luas sampai hamparan laut yang sangat indah, tentu semua orang menyebutkan pantai – pantai favoritnya. Selain yang sudah sering di kunjungi, beberapa tahun ini sudah ada pulau-pulau kecil yang sudah mulai di eksplor dan tentunya tidak kalah menarik dengan wisata lainnya, yang foto nya sudah pasti banyak di temukan di Media Sosial seperti Facebook, Instagram, dan lainnya. Nahh.. akhir-akhir ini nih yang sedang booming alias ngetrend alias hits ! *alias aja terus :D, dikalangan Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan media social lainya yaitu Pulau Mengkudu.




Pemandangan Pulau Mengkudu dari Atas Bukit


Pulau mengkudu terletak di Kecamatan Rajabasa, yang berjarak sekitar 30 km dari ibukota Kabupaten Lampung Selatan, Kalianda. Sekitar 40 menit berkendara menuju Desa Kunjir. Tempat penyewaan perahu menuju Pulau Mengkudu. Sebenarnya ada beberapa akses menuju pulau tersebut. Akses termudah dan yang paling sering digunakan oleh para pengunjung adalah melalui Jalur Laut. Jadi pengunjung hanya menyewa perahu yang jarak tempuhnya sekitar 20menit jika berangkat dari Desa Kunjir. Akses kedua yaitu menggunakan Jalur darat. Tentu saja, jalur darat hanya digunakan apabila kondisi tidak memungkinkan untuk menyewa perahu nelayan. Jika menggunakan jalur darat kita hanya perlu berhenti di desa Kunjir dan parkir di desa tersebut, dan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Jarak tempuh untuk berjalan kaki yaitu sekitar ±20 dan memakan waktu sampai ±20 menit.







  

Pulau Mengkudu dan hamparan pasir timbulnya memang indah. Itulah sebabnya banyak orang ingin menikmatinya. Namun sayang, banyaknya jumlah pengunjung biasanya akan berbanding lurus dengan jumlah sampah yang ditinggalkan. Belum lagi, sampah kiriman dari daerah sekitar. Tentu saja kita semua tahu, kalau sampah perlahan akan merusak keindahan Pulau ini. Jadi, untuk semua yang berniat mengunjungi Pulau Mengkudu sebaiknya, bawa pulang sampahmu. Ingat, berani berbuat berani bertanggung jawab.
Share: